“Dengan kondisi tersebut, suplai listrik di wilayah Cianjur sangat aman. Proyeksi beban selama periode Nataru juga diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan, hanya sekitar 5 hingga 10 persen,” jelasnya.
24 Posko Siaga dan Ratusan Personel Dikerahkan
Untuk memastikan respons cepat selama masa libur panjang, PLN UP3 Cianjur mendirikan 24 posko siaga yang tersebar di lima Unit Layanan Pelanggan (ULP), yakni, ULP Cianjur Kota: 3 posko
ULP Mande: 4 posko, ULP Cipanas: 3 posko, ULP Sukanagara: 5 posko, ULP Tanggeung (Cianjur Selatan): 9 posko Secara keseluruhan, 266 personel internal PLN disiagakan selama periode Nataru.
“Selain personel existing, kami juga menyiapkan dukungan tambahan dari mitra jasa konstruksi. Setiap mitra rata-rata memiliki sekitar 20 personel yang siap membantu pemulihan gangguan selama 24 jam,”ungkap Dudi.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Wilayah Sulit Akses
Menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang, PLN UP3 Cianjur memprioritaskan mitigasi risiko pohon tumbang yang dapat mengganggu jaringan listrik. Seluruh posko siaga telah dilengkapi peralatan pendukung, termasuk mesin pemotong kayu (chainsaw).



