“Ya, hari ini adalah apel gabungan untuk Operasi Ketupat tahun 2026. Kita terdiri dari seluruh institusi di Kabupaten Cianjur; TNI, Polri, BPBD, Dishub, PMI, Satpol PP, Damkar, Senkom, dan lain sebagainya, termasuk adik-adik dari Pramuka,” ujar Bupati kepada wartawan.
Ia menjelaskan, operasi pengamanan Lebaran tersebut akan berlangsung selama sekitar 13 hari, mulai dari sebelum hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Semoga berjalan lancar di Kabupaten Cianjur dan seluruh pemudik bisa sampai ke tujuan dengan aman dan juga selamat,” katanya.
1.300 Personel Gabungan Diterjunkan
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.300 personel gabungan untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Lodaya 2026.
“Total personel yang kami turunkan hampir 1.300 orang, terdiri dari Polri sekitar 600 personel, kemudian ditambah dari TNI, pemerintah daerah, dan instansi lainnya,” ungkapnya.
Sebagian besar personel akan ditempatkan langsung di lapangan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Cianjur.
Belasan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Disiapkan
Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), serta satu Pos Terpadu di berbagai titik strategis.



