Selanjutnya, nama-nama peserta yang telah lolos akan dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur sebelum diteruskan ke BAZNAS Republik Indonesia untuk memperoleh pertimbangan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Setelah hasil wawancara ini ditetapkan, tahapan berikutnya yaitu penyampaian hasil seleksi kepada Bupati Cianjur. Kemudian akan diteruskan kepada BAZNAS RI guna mendapatkan pertimbangan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).
Profesionalitas dan Integritas Jadi Penekanan
Selamet menerangkan, proses seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, transparansi, serta integritas agar menghasilkan pimpinan BAZNAS yang mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat secara optimal di Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, calon pimpinan BAZNAS memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pimpinan BAZNAS ke depan diharapkan memiliki kompetensi, pengalaman, dan komitmen dalam memperkuat pengelolaan zakat sehingga dapat membantu program pengentasan kemiskinan maupun pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Cianjur,” katanya.
Peran Strategis BAZNAS Semakin Dibutuhkan
Pembentukan pimpinan BAZNAS periode baru dinilai penting mengingat peran lembaga tersebut semakin strategis dalam mendukung program sosial kemasyarakatan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.



