Anggota Satgas MBG Kabupaten Cianjur sekaligus Kepala Dinas Pangan, Firman Edi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan instruksi langsung dari Badan Gizi Nasional sebagai respons cepat terhadap kejadian di lapangan.
“Langkah suspend ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dan respons cepat terhadap laporan kejadian yang terjadi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Korban Terus Bertambah
Kasus ini mulai terdeteksi sejak Rabu, 15 April 2026, dan terus meningkat dalam beberapa hari berikutnya. Puncak kejadian terjadi pada Jumat dan Sabtu, dengan total 143 warga dari Desa Sukasirna dan Desa Purabaya mengalami gejala serupa.
Data terbaru hingga Senin (20/4) pukul 12.30 WIB menunjukkan jumlah korban bertambah menjadi 171 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis melalui puskesmas dan tenaga kesehatan setempat. Sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya sempat dirujuk ke RSUD Pagelaran.



