Tantangan Cuaca dan Solusi Betonisasi
Proses pengerjaan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Eri mengakui bahwa faktor cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama. Curah hujan tinggi sempat membuat beberapa titik yang diperbaiki kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Salah satu titik krusial yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Bundaran Lampu Gentur. Setelah beberapa kali perbaikan aspal gagal bertahan lama akibat cuaca, pihak PUTR memutuskan untuk beralih ke material yang lebih kokoh.
“Januari sudah diperbaiki, namun hanya bertahan lima hingga tujuh hari. Februari juga kembali rusak setelah diaspal. Karena itu, kami memutuskan menggunakan material beton agar daya tahannya lebih lama,” jelas Eri. Saat ini, proyek betonisasi tersebut sedang memasuki tahap kontrak yang dijadwalkan mulai pada 13 Maret.



