Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur menyayangkan terjadinya insiden tersebut, meskipun peristiwa itu tidak mencerminkan kualitas layanan program MBG secara keseluruhan.
“Pemerintah daerah tentu menyesalkan kejadian ini. Namun perlu ditegaskan bahwa insiden ini tidak merepresentasikan standar layanan program MBG, khususnya di SPPG Desa Kubang,” tegasnya.
Tidak Ditemukan Adanya Pemukulan
Firman menambahkan, berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, tidak ditemukan adanya tindakan pemukulan dalam insiden tersebut. Kericuhan yang terjadi lebih disebabkan oleh kesalahpahaman serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur operasional standar (SOP) di SPPG.
“Dari informasi yang kami serap, tidak ada pemukulan. Situasi kemarin lebih kepada kekisruhan akibat ketidakpahaman, baik dari masyarakat maupun petugas. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan,” jelasnya.



