Memperbaiki takaran bahan makanan,
Mempercepat proses penerbitan SK ahli gizi, dan
Menambah jumlah tenaga dapur yang dinilai masih kurang.
“Idealnya yang memasak 5–6 orang, tapi di lapangan hanya satu orang. Ini jelas kelewahan untuk melayani 2.600 porsi per hari,” ujar Yadi.
Satgas juga akan melakukan monitoring lanjutan terhadap berbagai laporan masyarakat di media sosial, termasuk dugaan menu tidak sesuai di wilayah lain.
“Untuk laporan lain seperti telur dan belakon, kami belum bisa menyimpulkan. Masih perlu kami konfirmasi di lapangan,” tambahnya.
Konteks dan Tujuan Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang diturunkan ke tingkat daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sekolah dan kelompok rentan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menetapkan kebijakan ini melalui Keputusan Bupati Nomor 400.7.13/KEP.372-SETDA/2025 tentang Pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Daerah Kabupaten Cianjur, pada 13 Oktober 2025.
Satgas MBG Cianjur diketuai oleh Sekretaris Daerah dan melibatkan unsur lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta organisasi profesi Persagi, IDI, dan IBI.
Harapan Pemkab: Program Ini Adalah Investasi Masa Depan
Bupati Cianjur menegaskan, program MBG bukan sekadar penyediaan makanan gratis, tetapi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.



