“Anak-anak itu kan berbeda selera. Kadang suka, kadang tidak. Tapi bukan berarti mereka tidak suka makanan bergizi. Hanya saja, tampilannya perlu dibuat lebih menarik,” ujarnya.
Saepudin mencontohkan makanan ringan seperti bolu dapat dikemas secara kreatif agar lebih menggugah selera siswa.
“Misalnya bolu dibuat kecil-kecil dengan bentuk menarik seperti karakter atau hewan. Jadi anak-anak tertarik untuk makan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa menu yang paling disukai siswa selama ini adalah susu dan buah, sementara lauk seperti ayam atau telur tetap mengikuti standar gizi yang telah ditetapkan.
Konsumsi Makanan Tidak Selalu Habis
Terkait kondisi di lapangan, Saepudin memastikan makanan yang dibagikan kepada siswa tetap dikonsumsi, meskipun tidak seluruhnya habis. Menurutnya, hal tersebut wajar karena dipengaruhi selera dan kebiasaan anak-anak.



