Sebagai langkah awal penanganan, Disdikpora menyalurkan bantuan berupa school kit, seragam sekolah, sepatu, serta bantuan uang tunai.
Ruhli menjelaskan, bantuan uang sebesar Rp500 ribu diberikan agar orang tua dapat menyesuaikan kebutuhan perlengkapan anak secara langsung.
“Kalau dibelikan langsung, dikhawatirkan ukurannya tidak sesuai. Jadi kita berikan uang kadeudeuh,” jelasnya.
Selain itu, Disdikpora juga berencana mengajukan program beasiswa bagi siswa terdampak sebagai bentuk dukungan jangka panjang.
Pemulihan Trauma Jadi Prioritas
Tak hanya bantuan fisik, Disdikpora juga memberi perhatian serius terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Trauma yang dialami dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat belajar mereka.



