Dalam 100 Hari Kerja Bupati Cianjur.!
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting, terutama dalam 100 hari kerja Bupati Cianjur.
“Ini adalah spirit era baru di Cianjur. Permasalahan mendasar seperti angka tidak sekolah menjadi akar yang bisa kita perbaiki secara kuantitatif maupun kualitatif,” tegasnya.
Perbaikan yang dimaksud meliputi jumlah lembaga pendidikan, manajemen pengelolaan, dan pelayanan kepada masyarakat.
BMPS juga menyoroti isu-isu kontroversial terkait kebijakan provinsi yang selama ini menjadi kendala.
“Dengan duduk bersama, kita bisa menyelesaikan masalah ini. Cianjur mudah-mudahan punya model era baru penanganan SDM dan pendidikan,” harapnya.
Ia juga meyakini bahwa dengan gotong royong antara Dinas Pendidikan, BMPS, desa-desa, provinsi, cabang dinas, dan Kemenag, berbagai permasalahan pendidikan di Cianjur dapat diatasi dan Cianjur bisa melejit di Jawa Barat.
Salah satu akar masalah yang dibahas adalah data angka tidak sekolah (ATS). BMPS berharap intervensi yang tepat dapat dilakukan, termasuk sinkronisasi data kependudukan.
“Kami mohon kepada Komisi IV DPRD, serta Dinas Pendidikan untuk terlibat bersama, termasuk penanganan pembiayaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan menghindari kesan adanya diskriminasi antar lembaga pendidikan.
“Kita harus punya peta pendidikan Cianjur yang jelas, sehingga penanganan masalah bisa lebih terarah,” imbuhnya.
BMPS juga mendorong agar lembaga pendidikan yang sudah ada di wilayah setempat diberdayakan, baik dari segi sarana prasarana, manajerial, maupun tenaga pendidik.
“Kenapa tidak kita sesuaikan dan kita latih guru-guru yang ada agar linier dengan bidangnya? Kalau perlu, kita kuliahkan sesuai dengan kebutuhan,” usulnya.
Pihaknya berharap Komisi IV DPRD dapat mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan akses terhadap basis data ATS Kabupaten Cianjur secara detail.
Ia menyebutkan data ATS per 24 April 2024 mencapai 48.550 anak, namun per 15 Mei 2024 sudah menurun menjadi 47.000.
“Ini menunjukkan ada kerja dari berbagai pihak. Kalau kita keroyokan, angka ini bisa turun drastis,” optimisnya.



