Sekedar Tranfer Pengetahuan..!
Bupati Wahyu Ferdian menjelaskan alasan di balik kebijakan ini. Menurutnya, sekolah formal memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar transfer pengetahuan.
“Sekolah itu tempat untuk mendidik bukan hanya pengetahuannya saja, tapi mendidik raganya juga. Ada pelajaran olahraga, datang ke sekolah, jalan kaki, kena sinar matahari, berinteraksi dengan teman,” paparnya.
Bupati menekankan bahwa sekolah adalah wadah pembentuk mental, peningkatan akhlak, adab, etika, moralitas, dan disiplin murid.
Dalam sambutanya, Bupati Wahyu juga menyampaikan apresiasi khusus kepada paduan suara Konferensi PGRI dan grup Mari yang tampil memukau. “Ini paduan suara paling bagus,” pujinya.
“Termasuk juga minta tolong dibantu Pak Kadis, ini kan PGRI itu ada kantor, ada sekretariat PC di tiap kecamatan, ada gedung-gedungnya. Ada laporan bahwa ada kesulitan dalam legalitasnya, tolong dibantu Pak legalitasnya supaya bisa jadi. Saya minta laporannya ya Pak ya, dibantu sampai tuntas ya,” instruksinya kepada Kepala Disdikpora yang hadir.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh komponen PGRI untuk terus maju, berkolaborasi, dan bersinergi demi ibadah di dunia, mengikuti teladan Rasulullah SAW.



