Scroll untuk baca artikel
CianjurHomeTNI & POLRI

Bupati Cianjur Resmi Buka Konferensi PGRI ke-23, Dorong Peningkatan Mutu Guru dan Wajib Sekolah Formal

1201
×

Bupati Cianjur Resmi Buka Konferensi PGRI ke-23, Dorong Peningkatan Mutu Guru dan Wajib Sekolah Formal

Sebarkan artikel ini
Spread the love


CIPANAS – Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur ke-23 resmi dibuka hari ini, Jumat, 20 Juni 2025, di Bukit Indah Hotel Puncak – Cipanas.

Pembukaan forum lima tahunan ini dilakukan langsung oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru, kebijakan wajib sekolah formal, dan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru.

Dalam sambutanya, Bupati Wahyu Ferdian menyampaikan bahwa kehadirannya di konferensi ini merupakan prioritas, bahkan sampai membatalkan jadwal lain.

“Saya pikir karena ini menyangkut masa depan Kabupaten Cianjur, jadi jadwal yang lain saya batalkan. Di tangan Bapak dan Ibu gurulah anak-anak kita dididik, dan mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin kita di masa yang akan datang,” tegas Bupati, disambut antusias oleh para peserta.

Bupati menyoroti filosofi melayani yang harus dimiliki setiap individu, termasuk dalam membantu “musuh” sekalipun.

Ia menegaskan kepeduliannya terhadap seluruh rakyat Cianjur, termasuk para guru dan murid, serta masyarakat secara umum.

Mohammad Wahyu Ferdian juga menyinggung tentang pentingnya efisiensi anggaran daerah, khususnya dalam penggunaan warna gedung pemerintahan dan sekolah.

“Tidak perlu lah anggaran dibuang-buang buat hal-hal yang seperti itu,” katanya, merujuk pada perubahan warna gedung yang tidak sesuai standar.

Kebijakan Wajib Sekolah Formal untuk Pembentukan Karakter.
Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati adalah kebijakan baru Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pendidikan.

“Saya di Kabupaten Cianjur membuat kebijakan bahwa anak usia sekolah harus datang ke sekolah formal, tidak boleh PKBM kecuali untuk yang di luar sekolah,” ungkapnya.