Ketua Yayasan Berbahan Kayu Dan Bambu Jadi Pusaka
Ketua Yayasan Al Muslih Kabupaten Cianjur, Agung Taufiqurahman, mengungkapkan sejak pesantren berdiri
selama ini bangunan masjid yang ada hanya terbuat dari bambu dan kayu. Karena sekarang sudah memiliki bangunan masjid yang representatif, maka masjid berbahan bambu dan kayu jadi pusaka.
“Pengerjaan Masjid Al Muslih bisa selesai lebih kurang tiga bulan. Alhamdulillah kita akhirnya bisa mewujudkannya memiliki masjid yang permanen,” kata Agung.
Bangunan Masjid Al Muslih berukuran 7×13 meter. Namun, kata Agung, Masjid Al Muslih belum bisa digunakan melaksanakan salat Jumat.
“Ini karena santri di sini rata-rata berusia di bawah 17 tahun serta dari 50 orang santri yang ada saat ini, di antaranya ada santri perempuan. Jadi belum genap di batas minimal 40 orang untuk salat Jumat. Jadi untuk salat Jumat masih ikut di masjid jami masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kepala kantor Kemenag Cianjur H. Ramlan Rustandi atau yang mewakilinya,
Pimpinan Ponpes Ummul Quro Al-Islami Bogor KH. Helmy Abdul Mubin, unsur forkopimcam Cianjur, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukamaju, serta tamu undangan lainya.
Usai digelar Peresmian Masjid Al Muslih tersebut, Selanjutnya, pada sore hingga malam harinya digelar acara Pengajian Lemdikwa Kitab “Mukasyafatul Qulub” hingga acara Tabligh Rajab 1444 H.
Dalam agenda Tabligh Akbar, pihak Yayasan Al Muslih menghadirkan Penceramah Tabligh bernama ust. Hapid Dullah (Pandeglang Banten) yang juga dimeriahkan oleh Papaboy, Senada (senandung kisah dan nada) kak Taufan Chico. *(Denni Krisman)

