“Hari ini kita tak hanya melantik pengurus baru, tapi menanam benih perubahan. Seperti padi unggul, kita butuh dua unsur: sistem penilaian prestasi dan pelayanan yang manusiawi,” ujarnya.
Belajar dari Estonia: Kinerja Harus Terukur dan Transparan
Dalam arahannya, Dedi Taufik mencontohkan sistem birokrasi digital di Estonia sebagai model yang bisa diterapkan di daerah. Negara kecil di Eropa Timur itu dikenal dengan pemerintahan digital yang efisien dan terbuka.
Ia mengusulkan pembentukan “Klinik Karier ASN”, yang berfungsi melatih pegawai mengolah data dan laporan berbasis digital serta menerapkan promosi jabatan berdasarkan capaian nyata di lapangan.
“Misalnya, seorang kepala desa bisa naik jabatan jika angka kemiskinan di wilayahnya turun 10 persen,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong pemasangan papan informasi kinerja di kantor camat, agar masyarakat dapat memantau capaian pelayanan publik secara transparan.



