Ajang UMKM & Seni Lokal Bangkit
Di tengah perayaan, **pelaku UMKM lokal** seperti penjual batik khas Cianjur, camilan tradisional, dan kerajinan bambu ikut kebagian sorotan. Mereka tak hanya membuka lapak, tetapi juga menjadi bagian dari narasi bahwa ekonomi lokal bisa bangkit dari bawah.
“Dalam dua hari ini, omzet saya naik tiga kali lipat. Tapi yang lebih penting, produk saya akhirnya dikenal lebih luas,” ujar **Ibu Lilis**, pengrajin cemilan rengginang yang berasal dari Kecamatan Cibeber.
Sementara itu, panggung Local/School/Campus Performing menjadi ruang ekspresi bagi seni tradisi yang kerap terpinggirkan. Tari Jaipong, pencak silat, dan musik sunda kontemporer dipentaskan oleh anak-anak muda — menyatukan masa lalu dan masa depan Cianjur.
Panggung Emosional: Warga dan Pemimpin dalam Satu Suasana
Momentum paling menyentuh terjadi ketika **Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian**, turun dari panggung utama dan berjalan di antara kerumunan warga. Tak sedikit warga yang memeluk, bersalaman, bahkan menyampaikan keluhan langsung dalam suasana yang informal dan akrab.
> “Inilah wajah Cianjur yang saya impikan — tanpa jarak antara pemimpin dan rakyatnya,” ujar Bupati Wahyu, disambut tepuk tangan.



