“Yang di video hanya terlihat telur, bahkan diduga telur yang tidak layak. Padahal menu yang kami kirim lengkap. Sampel yang sampai ke kami juga berbeda dengan yang ada di video,” jelasnya.
Menu Telur Hanya pada Hari Sebelumnya
Deas menambahkan, pada hari sebelumnya yakni Senin (6/4/2026), menu memang mengandung telur, namun dengan jenis dan pengolahan yang berbeda, yaitu telur rebus dengan bumbu kari.
“Memang hari Senin ada telur, tapi jenisnya telur rebus dengan saus kari, bukan seperti yang terlihat di video tersebut,” tambahnya.
Terkait kemungkinan adanya kesalahan atau faktor lain, pihak SPPG Cisarandi 2 belum dapat menyimpulkan secara pasti dan masih melakukan penelusuran internal.
“Ini belum jelas titik kelemahannya dari mana. Yang pasti kami akan terus evaluasi internal. Tidak menutup kemungkinan kejadian ini terjadi di titik mana pun dalam proses distribusi,” katanya.
Dugaan Sabotase Diserahkan ke Pihak Berwenang
Saat ditanya mengenai dugaan sabotase, Deas enggan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.



