Dalam rapat tersebut, pembahasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek teknis perlombaan hingga kesiapan pelayanan peserta dan tamu.
Bahas Teknis hingga Pelayanan Peserta
Sejumlah aspek penting menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut.
Mulai dari kesiapan arena perlombaan, akomodasi peserta, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, pengamanan kegiatan, hingga strategi publikasi dan dokumentasi menjadi perhatian bersama.
Masing-masing bidang kepanitiaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan persiapan serta berbagai kebutuhan yang masih memerlukan dukungan lintas sektor.
Langkah ini dilakukan agar potensi kendala yang mungkin muncul saat pelaksanaan dapat diantisipasi sejak awal.
Panitia berharap seluruh unsur dapat bergerak secara terintegrasi sehingga pelaksanaan MTQH tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh peserta dan masyarakat.
LPTQ: MTQH Jadi Wadah Pembinaan Generasi Qurani
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., menekankan bahwa MTQH bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an serta Hadits.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan generasi Qurani yang memiliki karakter kuat, wawasan keislaman yang baik, dan akhlak yang mulia.



