MTQH Bukan Sekadar Perlombaan, Tetapi Momentum Syiar Islam
Lebih lanjut, Mohammad Toha menegaskan bahwa MTQH memiliki makna yang lebih besar dibandingkan sekadar ajang perlombaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus mendorong masyarakat agar semakin mencintai, mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
“MTQH harus menjadi momentum syiar Islam yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlakul karimah dan mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat membangun masyarakat yang religius semakin kuat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Cianjur sebagai daerah yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur.
Evaluasi Prestasi Jadi Modal Tingkatkan Kualitas
Selain menjadi wadah syiar Islam, MTQH Ke-48 juga menjadi bagian dari strategi Kabupaten Cianjur dalam meningkatkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pengalaman mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bandung menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi LPTQ Cianjur untuk terus memperkuat pembinaan para peserta.
Pada ajang tersebut, kontingen Kabupaten Cianjur menunjukkan peningkatan prestasi dan berhasil memperbaiki posisi peringkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi dorongan agar kualitas pembinaan, seleksi peserta, hingga pelayanan kepada para kafilah terus ditingkatkan.



