Seluruh Tahapan Pembinaan Haji.!
Meskipun berusia lanjut, Nenek Irah dinyatakan dalam kondisi sehat dan telah mengikuti seluruh tahapan pembinaan haji.
Semangat hidupnya yang tinggi tercermin dari kegiatannya sehari-hari sebagai penjual gorengan, yang masih dilakoninya hingga kini meskipun hanya saat ada pengajian di kampung.
Cucunya, Suhendar Al Asnawi, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya impian sang nenek.
Ia juga menceritakan bahwa biaya haji Nenek Irah berasal dari hasil menabung puluhan tahun dari berjualan gorengan, yang kemudian dilengkapi dengan penjualan sebidang tanah keluarga.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Rian Fauzi, sebelumnya telah menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas dan skema khusus untuk mempermudah ibadah bagi jemaah lanjut usia seperti Nenek Irah, termasuk program murur dan tanazul.
Kisah Nenek Irah, jemaah haji tertua dari Cianjur yang berprofesi sebagai penjual gorengan, menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ketekunan, kerja keras, dan keyakinannya telah mengantarkannya untuk memenuhi panggilan Allah SWT di usia yang hampir satu abad.
Keberangkatannya ke Tanah Suci membawa haru dan kebahagiaan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Cianjur. (dkh/rik)



