Menurutnya, pesantren juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat karena banyak menghasilkan produk unggulan.
Karena itu, kecamatan diharapkan dapat memfasilitasi keterlibatan pesantren melalui stan pameran yang tersedia.
Libatkan Dunia Usaha dan Perusahaan Lokal
Untuk memperluas partisipasi, pihak penyelenggara juga akan mengundang perusahaan-perusahaan yang berada di Kabupaten Cianjur, khususnya wilayah Kecamatan Pagelaran dan sekitarnya.
Keterlibatan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor swasta dalam menyukseskan MTQH Ke-48.
“Kami akan mencoba mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Cianjur untuk berpartisipasi. Mudah-mudahan mereka bisa ikut serta walaupun waktunya sudah cukup dekat dengan pelaksanaan,” jelas Agus.
Festival Seni Budaya Islam dan Panggung Kreativitas
Tidak hanya pameran, kawasan MTQH juga akan dilengkapi dengan panggung utama berkonsep rigging yang akan digunakan untuk Festival Seni Budaya Islam.
Panggung tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai lembaga pendidikan Islam, seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga pondok pesantren untuk menampilkan kreativitas seni budaya Islam.
“Kami menyediakan panggung rigging untuk Festival Seni Budaya Islam. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah maupun pesantren agar kegiatan ini lebih semarak dan lebih ramai,” tuturnya.
Selain itu, pihak penyelenggara juga menyiapkan stan khusus bagi panitia MTQH maupun Kementerian Agama untuk melakukan sosialisasi dan promosi program keagamaan.



