Meski demikian, ia memberikan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian panitia, khususnya terkait proses seleksi peserta.
Menurutnya, proses rekrutmen dan seleksi harus dilakukan secara cermat, ketat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan pada tahapan berikutnya.
Ia mengingatkan agar tidak terulang kasus peserta yang telah dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Cianjur ke tingkat provinsi namun akhirnya gagal diberangkatkan karena terkendala persyaratan administratif, terutama menyangkut batas usia.
“Seleksi harus dilakukan secara teliti sejak awal. Jangan sampai peserta yang sudah dipersiapkan dengan baik justru tidak bisa mengikuti perlombaan karena persoalan administrasi,” tegasnya.
Dorong Kreativitas Mencari Sumber Pendanaan Alternatif
Selain persoalan seleksi peserta, Ketua MUI juga menyoroti aspek pembiayaan kegiatan yang dinilai memerlukan perhatian khusus.
Menurutnya, panitia perlu melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk mencari sumber pendanaan alternatif di luar dana hibah Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menutupi kebutuhan anggaran yang belum terakomodasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) penyelenggaraan MTQH.



