Ade mengatakan, yang diundang 80 pondok pesantren sebagai perwakilan dari wilayah Cianjur Utara, perwakilan dari pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“Dalam pelaksanaan hari santri mengacu pada protokol kesehatan, akan ada upacara kemudian membuat kegiatan di lingkungan pondok pesantren saja yang ada di kalangan NU. Kami juga mengimbau agar menggemakan hari santri nasional dengan daring,” katanya.


