Menurutnya, kelas pelajar dan pemula menjadi fokus utama karena merupakan wadah awal penjaringan calon atlet potensial yang akan dibina secara berkelanjutan.
Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Hikmat mengungkapkan bahwa Rimbakur SHC telah melakukan pembinaan terhadap atlet pelajar secara konsisten, bahkan telah mengikutsertakan mereka dalam berbagai kejuaraan.
“Kami sudah membina atlet pelajar hingga mengikuti kejuaraan tingkat daerah, provinsi, sampai nasional. Terakhir kami ikut Kejurnas. Meski belum masuk tiga besar, potensi mereka sangat besar dan terus kami latih,” ujarnya.
Bagian dari Persiapan Menghadapi Porprov
Ia menegaskan, meski baru pertama kali digelar, kejuaraan ini memiliki tujuan besar sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov.
“Harapannya atlet-atlet binaan Rimbakur SHC bisa tampil maksimal, naik podium, dan mengharumkan nama Kabupaten Cianjur. Untuk pelajar pemula, kami ingin muncul talenta-talenta baru yang bisa memperkuat tim menembak Cianjur ke depan,” tambahnya.
Penyesuaian Jarak Tembak
Dalam pelaksanaannya, jarak tembak disesuaikan dengan kondisi lapangan. Untuk materi BTS menggunakan bambu diterapkan pada jarak 5 meter, materi tripod yang umumnya 30–40 meter disesuaikan menjadi 25 meter, serta tembak reaksi dengan jarak variatif antara 1 hingga 15 meter.
Konsep Latber Ciptakan Suasana Akrab
Kejuaraan ini dikemas dengan konsep latihan bersama untuk menghilangkan sekat antara klub resmi Perbakin dan komunitas menembak yang belum terdaftar secara formal.
“Banyak komunitas atau bediler yang sebenarnya memiliki potensi, namun kurang percaya diri mengikuti kejuaraan resmi. Dengan konsep latber, suasananya lebih santai, akrab, dan membaur,” ungkap Hikmat.



