Spesialis Bedah dan Ortopedi, untuk menangani kasus trauma berat dan patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas;
Spesialis Anestesi, guna memastikan kesiapan operasi darurat (cito);
Spesialis Penyakit Dalam dan Anak, untuk menangani kegawatdaruratan medis seperti serangan jantung, hipertensi, gangguan pernapasan, serta penyakit yang rentan muncul di tengah cuaca ekstrem.
Penambahan Tempat Tidur dan Penguatan Rujukan
dr. Yuli mengungkapkan salah satu tantangan terbesar menjelang Nataru adalah tekanan kapasitas ruang rawat inap.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD Sayang menyiapkan penambahan sekitar 20 tempat tidur, baik di ruang transit maupun ruang perawatan sementara.
“Kami memanfaatkan ruang Matahari dan Manggis sebagai ruang perawatan tambahan. Koordinasi dengan puskesmas rujukan juga terus diperkuat agar pasien non-gawat darurat dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ungkapnya.
Percepatan Alur Pelayanan
RSUD Sayang juga menerapkan strategi percepatan alur pelayanan, di antaranya mempercepat proses pemulangan pasien yang telah dinyatakan layak pulang, optimalisasi petugas portir, serta integrasi layanan digital untuk pemeriksaan penunjang.
“Pasien yang sudah boleh pulang kami targetkan maksimal dua jam untuk proses administrasi, sehingga tempat tidur bisa segera digunakan pasien dari IGD,” tambah dr. Yuli.


