Siaga Kecelakaan dan Bencana
Menghadapi potensi lonjakan kecelakaan di Jalur Puncak, RSUD Sayang menjalin koordinasi erat dengan Posko Terpadu Nataru yang melibatkan Polres Cianjur dan Dinas Perhubungan.
Data kecelakaan dari titik rawan menjadi dasar penyiagaan Trauma Center, sementara ambulans RSUD disiagakan di lokasi strategis untuk mempercepat evakuasi korban.
Selain itu, rumah sakit juga menyiapkan skenario penanganan korban bencana, menyusul meningkatnya curah hujan dan risiko longsor serta banjir bandang.
Langkah yang dilakukan meliputi penyediaan logistik medis darurat, pemetaan jalur evakuasi, serta pengecekan kesiapan Medical Emergency Team (MET).
Imbauan untuk Masyarakat
Dari sisi logistik, stok obat-obatan esensial dan kegawatdaruratan dipastikan aman hingga melewati masa libur bersama. Ruang isolasi juga tetap disiapkan untuk mengantisipasi potensi penyakit menular akibat tingginya mobilitas masyarakat.
dr. Yuli mengimbau masyarakat Cianjur maupun wisatawan untuk turut menjaga keselamatan dan kesehatan selama libur Nataru.
“Kami sudah menyiapkan seluruh sumber daya yang ada. Namun kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga pola hidup sehat. Keselamatan adalah prioritas utama agar Cianjur dapat melewati Nataru dengan aman dan lancar,” pungkasnya. (dkh/Rik)


