“Melalui Hari Santri Nasional ke-10 ini, kami ingin menguatkan peran santri sebagai penjaga moral bangsa dan pelopor perdamaian dunia,” ujar Aden dengan penuh haru.
Panitia berharap momentum Hari Santri menjadi pengikat ukhuwah Islamiyah antarpondok pesantren, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan santri muda.
Doa, Haru, dan Semangat Peradaban
Acara berlangsung meriah namun tetap khidmat. Suara hadroh menggema memenuhi Alun-Alun, mengiringi lantunan doa bersama yang membawa suasana religius dan penuh harapan.
Sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan bendera santri secara simbolis oleh perwakilan pesantren kepada panitia, disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.
Malam itu, langit Cianjur menjadi saksi — semangat para santri untuk terus menjaga cahaya ilmu dan akhlak, menerangi bangsa menuju peradaban dunia.
🕊️ “Dari pesantren untuk peradaban dunia, dari Cianjur untuk Indonesia.”. (dkh/Rik)



