Scroll untuk baca artikel
Home

Tidak Transparan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja,Terkesan Kucing-Kucingan

1225
×

Tidak Transparan Terkait Rekrutmen Tenaga Kerja,Terkesan Kucing-Kucingan

Sebarkan artikel ini
Spread the love

Sumber menjelaskan, kemungkinan pekerja baru tersebut memiliki jaringan orang dalam yang juga bukan warga Kabupaten Luwu. Hal itu dilakukan diduga karena untuk membangun kekuatan sektarian atau persatuan antar daerah (Nepotisme).

“Biasanya orang yang sudah di dalam kerja, kemudian keluarganya atau temannya napanggil dan mengurus perpindahan penduduk ke Luwu,” lanjut sumber.

 

Menurutnya, masuknya tenaga kerja luar ke perusahaan-perusahaan tersebut justru akan menimbulkan konflik sosial atau kecemburuan warga lokal jika perekrutan tenaga kerja itu menganut sistem nepotisme atau orang dalam dan itu akan menjadi ancaman kesenjangan sosial serta timbulnya konflik.

Namun sampai hari ini yang menjadi masalah ialah kebanyakan tenaga kerja yang direkrut berasal dari luar daerah, baik luar kabupaten maupun luar provinsi.

Dari pantauan awak media di pelabuhan Tadette, Kecamatan Belopa, yang menjadi basecamp dan kantor Petrosea serta PT. Alu, sudah terlihat aktivitas para pekerja, namun anehnya, beberapa karyawan tersebut terlihat banyak yang tidak dikenali, dan diduga bukan warga asli Luwu, terbukti dengan ditemukannya beberapa karyawan yang tinggal di penginapan dan sewa rumah kos kosan.