CIANJUR – Setelah melewati proses panjang dan penuh tantangan, Ai Juariah (43), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, akhirnya kembali ke kampung halamannya.
Perempuan yang sempat viral di media sosial karena meminta pertolongan dari Libya dalam kondisi bersimbah darah itu disambut Pemerintah Kabupaten Cianjur di Pendopo Bupati Cianjur, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Sebelumnya, Ai Juariah berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Minggu (12/7/2026) melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kepulangannya menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga sekaligus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia.
Pemkab Cianjur Bersama Berbagai Instansi Sambut Kepulangan Korban
Acara penyambutan di Pendopo Bupati dihadiri Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Denny Widya Lesmana, S.STP., M.Ec.Dev., Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat AKBP Singgih Hermawan, S.I.K., M.A.P., Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas P3AKB, serta unsur terkait lainnya.
Momentum tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada warganya yang mengalami permasalahan saat bekerja di luar negeri.
Disnakertrans: Kasus Ini Menjadi Pelajaran Penting
Kepala Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan Ai Juariah yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat luas setelah videonya meminta pertolongan dari Libya tersebar di media sosial.
Menurutnya, keberhasilan pemulangan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, BP3MI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai pihak yang bergerak cepat menangani kasus tersebut.



