Scroll untuk baca artikel
DaerahHomepemerintahanTNI & POLRI

PMI Asal Cianjur yang Viral Bersimbah Darah di Libya Akhirnya Pulang, Pemkab dan BP3MI Kawal Pemulihan serta Proses Hukum

14
×

PMI Asal Cianjur yang Viral Bersimbah Darah di Libya Akhirnya Pulang, Pemkab dan BP3MI Kawal Pemulihan serta Proses Hukum

Sebarkan artikel ini
Spread the love

Kapolres menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang memperoleh keuntungan dengan mengeksploitasi masyarakat melalui jalur penempatan ilegal.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda tawaran bekerja ke luar negeri dengan iming-iming proses cepat dan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi.

Pemeriksaan terhadap Ai Juariah, lanjutnya, akan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan prinsip perlindungan korban agar tidak mengalami reviktimisasi.

“Keterangan korban sangat penting untuk mengungkap seluruh jaringan yang bertanggung jawab sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan secara maksimal,” ujarnya.

Momentum Perkuat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Kasus yang menimpa Ai Juariah menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, BP3MI, pemerintah desa, hingga masyarakat.

Dengan kepulangan Ai Juariah ke Cianjur, pemerintah berharap proses pemulihan korban dapat berjalan optimal sekaligus menjadi momentum memperkuat edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum terhadap praktik penempatan pekerja migran nonprosedural agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Kisah Ai Juariah menjadi bukti bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada proses pemulangan semata, tetapi juga berlanjut melalui pendampingan, pemulihan korban, serta pengungkapan jaringan yang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orang demi memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pekerja migran Indonesia. (dkh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *