“Kalau mendongkrak PAD mungkin bertahap ya. Tetapi kita ini pelayanan. Jadi kita melayani para mobil angkutan umum agar tertata rapi juga teratur,” tambahnya.
Supriadi juga mengungkapkan jika sementara terminal itu dijadikan sebagai kantor bawahannya – kantor pegawai sub bagian terminal agar terminal itu terlihat ada aktivitas.
“Kalau perawatannya masih ditanggung kontraktor yang mengerjakan. Saya juga meminta pegawai sub bagian terminal berkantor di sana,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua FP2KEL Ismail Ishak turut berkomentar terkait pembuatan terminal yang belum difungsikan ini.
“Sudah telan anggaran miliaran rupiah kok tidak difungsikan, lagian apa urgensinya membangun terminal saat sekarang ini diera digital” ucap Ismail.



