Ismail menuturkan jika ada permintaan anggaran tambahan sebesar Rp 3 miliar itu adalah bentuk dari pemborosan.
Saat ini sudah jarang bahkan hampir tidak ada lagi kendaraan umum yang masuk terminal jika terminal itu berada di kabupaten.
“Apalagi sekarang, warga lebih suka menggunakan kendaraan yang dipesan secara online. Di Luwu ini sudah ada beberapa penyedia kendaraan online” ungkapnya. (*)



