![]()
CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur menggandeng Bank BJB untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan melalui pelatihan “Service Excellent”.
Acara yang mengusung tema “Melayani dengan Hati, Mengabdi Sepenuh Hati” ini dibuka langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, di kantor Cabang Bank BJB pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Acara pembukaan yang dihadiri oleh Plt. Kepala BKPSDM, Akos Koswara, dan Pemimpin Divisi BJB University, Ibu R. Lina Risnaeni Ahmad, ini menjadi momen penting bagi para tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia berharap semangat pelayanan prima yang selama ini menjadi budaya di sektor perbankan dapat diadopsi oleh para tenaga kesehatan di Puskesmas.
”Saya sangat berbahagia, karena dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Kabupaten Cianjur bisa dilayani dengan sama baik dan nyaman. Tenaga kesehatan adalah garda terdepan. Mereka adalah wajah pelayanan kita. Oleh karena itu, melayani dengan hati adalah kunci,” ujar Bupati.
Pemimpin Divisi BJB University, Ibu R. Lina Risnaeni Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan SDM nasional yang diamanatkan oleh OJK.
Menurutnya, BJB sebagai lembaga jasa memiliki modal utama yaitu service, yang membedakan mereka dari produk perbankan lain.
”Produk perbankan di mana-mana mirip, tapi yang membedakan adalah service. Pelayanan prima adalah budaya perusahaan kami,” kata Lina.
Ia menambahkan, di BJB, service excellent bahkan diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjadi indikator penilaian kinerja karyawan. Hal ini untuk memastikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas.
Lina juga mengungkapkan bahwa Bupati Wahyu telah menginspirasi daerah lain dengan inisiatif kolaborasi ini.
“Ini adalah kehormatan bagi kami. Kami mendapat dukungan penuh dari BOD (Dewan Direksi) Bank BJB, dan bahkan menginspirasi cabang-cabang lain untuk bisa menyelenggarakan kegiatan serupa,” tambahnya.
Pelatihan ini, kata Lina, tidak hanya bersifat teoretis. Kurikulum yang disusun berfokus pada tiga hal penting. Kesatu : Meningkatkan kesadaran dan sikap positif dalam melayani masyarakat.
Kedua : Mampu memiliki komitmen dan etika pelayanan. Ketiga : Meningkatkan kompetensi dalam penanganan keluhan (complain handling) melalui komunikasi yang baik.
Metode yang digunakan adalah on-site atau tatap muka. “Kami merasa pelatihan service excellent harus dilakukan secara tatap muka agar ada interaksi satu sama lain, bukan hanya secara daring,” jelas Lina.
Materi yang akan disampaikan mencakup penyambutan (open and closing), penampilan profesional, pengetahuan layanan, serta roleplay untuk praktik langsung.
Acara dibuka secara simbolis oleh Bupati Wahyu dengan penyematan pin 5S kepada perwakilan peserta.
Hal ini menandai dimulainya pelatihan yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Cianjur.
Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Bank BJB kepada Bupati sebagai wujud terima kasih atas kolaborasi yang terjalin. (dkh/Rik)



