CIANJUR,- Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur buka suara terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan dugaan rencana penyelewengan bantuan pangan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai video tersebut. Bulog kemudian menerjunkan Koordinator Wilayah bersama jajaran Asisten Manajer Pengadaan, Pelayanan Publik, dan Penyaluran untuk melakukan klarifikasi di lapangan.
Bulog memastikan barang bukti berupa beras dan minyak bantuan pangan masih dalam kondisi utuh dan lengkap. Barang tersebut belum sempat dijual karena aksi oknum petugas berhasil diketahui dan digagalkan oleh warga setempat.
Kronologi Dugaan Penyelewengan
Muhammad Azwar Fuad menjelaskan, setelah video tersebut viral, Bulog bersama unsur terkait langsung melakukan penelusuran. Pada Selasa kemarin, telah digelar musyawarah dan mediasi yang melibatkan Pemerintah Desa Sukapura, Forkopimcam Cidaun, Polsek Cidaun, warga pelapor, serta oknum yang diduga terlibat.
Dari hasil mediasi tersebut, oknum petugas mengakui adanya niat untuk menjual sebagian beras bantuan pangan. Beras tersebut berasal dari sisa kuota penerima manfaat yang sudah tidak memenuhi syarat, seperti penerima yang meninggal dunia atau pindah domisili.
Modus yang diduga dilakukan adalah dengan merekayasa daftar penerima manfaat seolah-olah bantuan sudah tersalurkan dan diambil oleh perwakilan. Setelah itu, beras bantuan dipindahkan dari karung resmi bantuan pangan ke karung polos dengan tujuan untuk dijual kembali ke pasar.
“Oknum tersebut mengakui memang ada niat untuk menjual beberapa beras sisa kuota dari penerima yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili. Agar tidak ketahuan, beras bantuan itu disalin ke karung polos. Namun, karena diketahui warga, barang tersebut belum sempat terjual dan saat ini posisinya masih lengkap,” ujar Muhammad Azwar Fuad, Kamis, 25 Juni 2026.



