Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas akhlak masyarakatnya.
Ia mengajak masyarakat meneladani ajaran Rasulullah SAW melalui kebiasaan menjaga kebersihan, amanah, disiplin, saling menghormati, serta membangun kepedulian sosial.
“Coba bayangkan apabila Rasulullah SAW hadir di tengah-tengah kita. Tentu masyarakat akan menjaga kebersihan, menjaga amanah, saling menghormati, dan menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Itulah peradaban yang ingin kita bangun di Cianjur,” tuturnya.
Sebagai ilustrasi, Bupati menyinggung budaya disiplin masyarakat Jepang dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, budaya bersih lahir dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena banyaknya fasilitas.
Santri Didorong Menjadi Agen Perubahan
Bupati berharap para santri mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengamalkan ilmu agama yang diperoleh di Madrasah Diniyah.
Ia menilai para santri memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat persatuan di tengah masyarakat.



