Kang Ace, Melalui Idiologi Karya Kekaryaan Guna Mewujudkan Kesejahteraan
“Pendidikan politik ini semakin menjadi penting kita laksanakan agar kita semua sebagai aktivis dan penggerak partai bisa memperkuat ideologi partai dalam meraih kemenangan. Serta meluruskan tujuan bersama melalui ideologi karya kekaryaan guna mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa,” papar Kang Ace.
Itu sebabnya kata dia, pihaknya sengaja secara khusus menyusun kurikulum Dikpol yang lebih seksama. Supaya basis perjuangan berpolitik kader memiliki pola yang jelas dan terukur sesuai dengan semangat dan doktrin partai yang kuat.
“Bagi kita ada di dalam atau di luar kekuasaan seperti terjadi di beberapa daerah, di Majalengka misalnya adalah hal yang biasa. Terpenting kita harus tetap memupuk semangat karya kekaryaan. Sehinga Golkar dan kadernya senantiasa hadir dan selalu dirindukan ditengah-tengah rakyat,” kata Kang Ace.
Caranya, kata alumni Ponpes Cipasung Tasikmalaya ini adalah dengan selalu merawat karya kekaryaan melalui kegiatan dan keberpihakan yang bermanfaat untuk rakyat, yakni sebuah ideologi amal soleh dalam berpolitik.
“Ingat sebaik-sebaik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Khairun naas anfauhum linnas, sebaik-baik kita adalah yang mampu memberi manfaat bagi orang lain,” tegas Kang Ace menyitir sebuah hadist Nabi Muhammad SAW.
Golkar dengan ideologinya yang senantiasa teguh pada Pancasila, kata Kang Ace, tentu harus mampu membuktikan kepada rakyat.
bagaimana sebuah karya kekaryaan itu dapat menjadi solusi dan menjadi contoh bagi rakyat. Mampu mewujudkan amal soleh dalam tindakan politiknya.
Pada kesempatan itu juga Kang Ace menekankan kepada seluruh kadernya? disamping memperkuat ideologi kepartaian adalah memperkuat kekompakan dan kebersaman dalam memenangkan Golkar di Majalengka.
“Saatnya Golkar Majalengka harus menang. Hanya untuk bisa menang tentu ada strateginya. Dikpol ini sekali lagi adalah pembekalan yang baik agar berpolitik kita bisa lebih efektif, termasuk bagaimana agar kita bisa melakukan pemetaan politik yang benar,” ungkapnya.
Untuk bisa menang kata dia tak boleh ada konflik antar internal kader. Mengoptimalkan para fungsionaris bekerja dengan pemetaan wilayah yang baik akan membuat kerja politik tertib, disiplin, kompak dan solid.
“Jangan sampai ada istilah ‘pacorok kokod’ (saling berebut pekerjaan atau meninggalkan tugas milik orang lain, red) di daerah yang diperebutkan padahal ada basis lain yang tidak atau belum terjamah,” sebutnya.
Kang Ace juga meminta kadernya tidak usah risau dengan isue sistem pemilu Proporsional Tertutup atau Terbuka. Partai Golkar, tegas Kang Ace, konsisten berjuang dengan sistem proporsional terbuka.
“Gak perlu risau dengan isue yang berkembang saat ini, yang harus kita siapkan saat ini adalah bagaimana agar Majalengka bisa kembali menjadi basis Golkar. Inilah pentingnya kerja kolektif. Jangan bermain sendiri-sendiri, itu sebabnya kita harus kompak dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi,” pesannya.
Selama dua hari, ratusan fungsionaris Partai Golkar Majalengka akan mendapat berbagai materi penting seperti Materi KIB dan Profile Airlangga Hartarto oleh DR. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si
Tugas Dan Fungsi Fungsionaris Partai Golkar M oleh Ir. H.M.Q. Iswara, AIFO. Serta Materi Sejarah, Ideologi, Visi Misi, Doktrin Partai Golkar oleh H. Daniel Mutaqien Syaifuddin, ST.
Peserta Dikpol juga akan mendapatkan materi lain seperti tentang Operasi Udara, Operasi Darat, Managemen Kampanye, Pembentukan Tim Kampanye hingga materi Target Pemenangan Partai Golkar yang disampaikan Yomanius Untung.***


