Ia menjelaskan, sejak awal kejadian Dinkes Cianjur telah bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas sektor, mulai dari pihak kecamatan, puskesmas, Satgas MBG, hingga unsur keamanan seperti Polsek dan Koramil.
“Di tingkat kecamatan sudah ada Satgas MBG. Kami bergerak bersama untuk memastikan respons cepat, baik dalam penanganan korban maupun pengamanan distribusi makanan,” jelasnya.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium
dr. I Made menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dikirim ke laboratorium di Bandung. Proses pemeriksaan diperkirakan memakan waktu antara tujuh hingga empat belas hari, tergantung pada jenis uji yang dilakukan.
“Kalau pemeriksaan zat kimia biasanya lebih cepat. Namun jika pemeriksaan bakteri, memang perlu waktu karena kuman harus ditumbuhkan terlebih dahulu. Dari hasil itulah nanti kita bisa memastikan penyebab pastinya,” katanya.
Ia menegaskan, sebelum hasil laboratorium keluar, pihaknya tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan pihak tertentu. Seluruh langkah dilakukan secara objektif dan berbasis data.
Waktu Distribusi Jadi Perhatian Serius
Dalam evaluasi awal, Dinkes Cianjur menyoroti rantai distribusi makanan, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga waktu konsumsi oleh siswa di sekolah.



