Dikatakan Amas jauh sebelum masa pandemi covid 19, Perhutani memperkuat orientasi bisnis di sektor non kayu. Diantaranya getah pinus, minyak kayu putih, wisata, getah damar serta kopi.
Getah pinus sebagai bahan dasar gondorukem dan terpentin, sambung Amas terus ditungkatkan produksinya. Tahun lalu produksi getah pinus Perhutani Jabar -Banten diangka 16 ribu ton. Tahun ini ditargetkan 18 ribu ton.
” Untuk peningkatan produksi kita lakukan intensifikasi dan metode proses getah agar tidak banyak kotoran hingga rendemennya tinggi,” unkapnya.
Saat ini ekport Gondorukem dadi Perhutani, 50 persen volumenya disupali dari Perhutani Jawa Barat-Banten.
Hal senada juga disampaikan Wakil Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Diki HM


