Ia memaparkan, proyek ini akan dibangun melalui tiga pilar utama:
Sampah Jadi Energi Listrik, Pengolahan sampah di kawasan Pasir Sembung dengan kapasitas hingga 600–700 ton per hari menggunakan teknologi penyaringan dan pemanasan berlapis untuk menghasilkan energi listrik.
Industri Bambu untuk Baterai Kendaraan Listrik, Pengembangan industri bambu (awi) sebagai bahan baku karbon anoda baterai kendaraan listrik. Cianjur disebut memiliki potensi bambu mencapai 423 ribu ton per tahun, yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“Ini bukan hanya industri, tapi gerakan ekonomi rakyat,” ujar Tedi.
Kedaulatan Pangan Laut, Pembangunan fasilitas cold storage hijau berkapasitas sekitar 20 ribu ton per tahun di wilayah Cianjur Selatan, yang akan ditopang energi listrik dari hasil pengolahan sampah.
Investasi Rp5,2 Triliun dan Penurunan Emisi
Tedi mengungkapkan total nilai investasi proyek ini mencapai USD 350 juta atau sekitar Rp5,2 triliun, yang seluruhnya berasal dari investasi swasta.



