Selain membuka peluang kerja bagi tenaga lokal, proyek ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 1,2–1,6 juta ton per tahun.
“Kami optimistis Cianjur bisa menjadi pionir kabupaten dekarbonisasi nasional,” pungkasnya.
MoU ini menjadi langkah awal menuju realisasi teknis, dengan target dalam tiga bulan ke depan memasuki tahap pelaksanaan operasional. (dkh/Rik)



