“Dalam suasana Pandemi Covid-19 ini para santri juga harus senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dalam proses belajar di pesantren sambil terus mendawamkan shalawat syifa dan likhomsatun sebagai bentuk gerakan moral dalam menangkal virus corona,” katanya.
Lebih lanjut Choirul Anam mengatakan olahraga di internal pesantren sebagai bentuk komitmen santri ikut menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan.
“Hari Santri yang ditetapkan melalui Kepres nomor 22 tahun 2015 merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas perjuangan para kiai dan santri di dalam mempertahankan Kemerdekaan RI dengan lahirnya Resolusi Jihad NU tahun 1945,” ujar Choirul Anam.


