“Kita tidak diukur dari materi. Mungkin ada yang datang dengan biaya pas-pasan, bahkan harus berjuang lebih keras agar bisa hadir. Namun nilai silaturahmi, ukhuwah, dan kebersamaan jauh lebih penting daripada sekadar menjadi juara,” katanya.
Pembinaan Santri Berlangsung Sepanjang Tahun
Muhammad Toha menegaskan bahwa aktivitas FKDT Kabupaten Cianjur tidak berhenti setelah PORSADIN selesai.
Berbagai agenda pendidikan dan pembinaan santri telah disusun sepanjang tahun, mulai dari ujian akhir Madrasah Diniyah, kegiatan tingkat kabupaten, persiapan PORSADIN tingkat provinsi, hingga keikutsertaan pada ajang tingkat nasional.
“Setiap bulan selalu ada kegiatan. Setelah ujian akhir dilanjutkan PORSADIN kabupaten, Agustus ada agenda lagi, September dan Oktober juga ada kegiatan, kemudian November mengikuti tingkat nasional. Pendidikan diniyah terus berjalan sepanjang tahun,” ujarnya.
Menurutnya, kesinambungan program tersebut menjadi bukti komitmen FKDT dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama sekaligus membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Perkuat Program Mengaji di Sekolah
Pada kesempatan itu, Muhammad Toha juga mengungkapkan bahwa mulai Agustus 2026, tim teknis FKDT akan melakukan pendataan ke berbagai SMP dan MTs di Kabupaten Cianjur.
Pendataan tersebut bertujuan memastikan setiap peserta didik mengikuti pendidikan Al-Qur’an atau Madrasah Diniyah sebagai bagian dari penguatan karakter keagamaan.



