Tim akan mendata tempat para siswa belajar mengaji sebagai implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkuat pendidikan agama sejak usia dini.
“Kami ingin memastikan anak-anak memiliki bekal pendidikan agama yang kuat. Mengaji bukan hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi menjadi fondasi pembentukan akhlak, karakter, dan keyakinan mereka dalam menghadapi kehidupan,” tegasnya.
Perkuat Cianjur sebagai Tatar Santri
Muhammad Toha menambahkan bahwa falsafah pembangunan Kabupaten Cianjur, yakni Ngaos, Mamaos, Maenpo, harus terus menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang religius, berbudaya, dan berkarakter.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, FKDT, pesantren, Madrasah Diniyah, serta masyarakat, ia optimistis cita-cita mewujudkan Kabupaten Cianjur sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat tercapai.
Melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan, FKDT berharap pendidikan diniyah terus berkembang dan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi muda yang unggul, religius, berprestasi, serta mampu menjaga jati diri Cianjur sebagai Tatar Santri.(dkh)



