Modus Penipuan: Janji Gaji Besar dan Kerja di Timur Tengah
Salah satu korban, Yusep Zamzami, menceritakan para pelaku menjanjikan pekerjaan di sejumlah perusahaan ternama di Abu Dhabi seperti Hotel Atos, Jema Riyad, Agatam, hingga perusahaan minyak Aramco.
“Dijanjikan kerja di Timur Tengah dengan gaji besar. Tapi setelah dicek, lowongan itu ternyata tidak ada,” ungkap Yusep.
Para korban direkrut melalui media sosial seperti Facebook dan pertemuan langsung dengan sponsor. Bahkan, ada warga yang mengaku sempat didatangi orang asing yang berpura-pura sebagai perwakilan perusahaan Timur Tengah.
Setiap calon pekerja diminta membayar biaya Rp8 juta hingga Rp11 juta sebagai uang muka dari total Rp18 juta. Sisanya dijanjikan bisa dicicil setelah bekerja di luar negeri.
Janji Tinggal Janji, Korban Tak Kunjung Diberangkatkan
Setelah membayar, para korban dijanjikan berangkat dalam waktu dua minggu hingga dua bulan, lengkap dengan janji fasilitas medical check-up dan pengurusan paspor. Namun, tak satu pun dari mereka benar-benar diberangkatkan.
“Janji itu cuma alibi. Setelah dicek, tidak ada pekerjaan yang dijanjikan,” tutur Yusep.
Pelaku bahkan sempat menunjukkan dokumen kerja sama (MOU) dengan perusahaan luar negeri, namun setelah ditelusuri, dokumen tersebut tidak sah dan tidak terdaftar di BP3MI maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).



