Santri Tuntut Negara Hadir dan Trans7 Minta Maaf
Koordinator aksi, Eka Pratama Putra, menegaskan bahwa tayangan yang disiarkan oleh Trans7 mengandung unsur SARA dan provokatif, serta dapat menimbulkan kesalahpahaman terhadap kehidupan santri di pesantren.
“Kami tidak bisa tinggal diam ketika marwah dan kehormatan para ulama dilecehkan. Konten Trans7 itu telah melukai hati jutaan santri di Indonesia. Kami menuntut pencabutan izin siarnya dan meminta negara hadir untuk melindungi pesantren dari serangan moral semacam ini,” tegas Eka dalam orasinya.
Menurutnya, santri adalah benteng moral bangsa yang selama ini berperan menjaga akhlak, keutuhan, dan nilai keislaman di tengah masyarakat. “Santri bukan tontonan, tapi teladan,” tambahnya dengan lantang, disambut pekikan takbir para peserta aksi.



