Sebaliknya, petugas akan mengarahkan pemilik kendaraan ke posko verifikasi yang telah disiapkan oleh Bapenda untuk dilakukan pengecekan data dan proses administrasi lebih lanjut.
“Selanjutnya kita cek, apabila kedapatan belum bayar pajak, kita verifikasi oleh tim verifikasi yang ada di Bapenda. Jadi tidak ada penindakan pelanggaran. Fokus kepada pembayaran pajak,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap kewajiban perpajakan kendaraan bermotor.
Bayar Pajak Bisa Langsung di Lokasi
Salah satu keunggulan dalam operasi gabungan KTMDU kali ini adalah tersedianya layanan pembayaran pajak langsung di lokasi kegiatan.
Melalui dukungan Bank BJB, masyarakat yang memiliki tunggakan pajak dapat langsung melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor Samsat.
Langkah tersebut dinilai mampu memberikan kemudahan dan menghemat waktu masyarakat dalam mengurus kewajiban perpajakan kendaraannya.
“Ada di tempat. Kita mungkin dari operasi gabungan ini, dari Bapenda dan dari BJB sudah menyiapkan loket-loket yang standby di lokasi langsung. Jadi, sehingga tidak hanya kendaraan yang diberhentikan, tapi yang mau, sadar wajib pajak, langsung kita layani di sini,” kata Ipda Gingin.
Utamakan Pendekatan Humanis
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Setiap pemeriksaan dilakukan dengan prinsip senyum, sapa, dan salam, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak terintimidasi saat kendaraannya diperiksa.



