Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan transportasi publik kepada masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Cianjur tersebut.
Perubahan Pola Transportasi Jadi Tantangan Sopir Angkot
Namun, perubahan pola transportasi masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi para sopir angkutan kota (angkot). Kehadiran berbagai moda transportasi alternatif membuat jumlah penumpang angkot menurun signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan sopir.
Kepala Dishub Kabupaten Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan kondisi transportasi umum saat ini mengalami perubahan besar.
“Dulu penumpang yang mencari angkot karena keterbatasan kendaraan. Sekarang justru angkot yang mencari penumpang. Hal ini membuat para sopir merasa kesulitan, terutama terkait pendapatan atau setoran,” ujar Aris, Selasa (13/1/2026).



