Scroll untuk baca artikel
Home

Dinkes Cianjur Tangani Serius Kasus Dugaan Balita Gizi Buruk dengan Penyakit Penyerta, Rujuk ke RS Lebih Lengkap untuk Penanganan Optimal

927
×

Dinkes Cianjur Tangani Serius Kasus Dugaan Balita Gizi Buruk dengan Penyakit Penyerta, Rujuk ke RS Lebih Lengkap untuk Penanganan Optimal

Sebarkan artikel ini
Spread the love

Semuanya Telah Tertangani.!

Data Kasus Gizi Buruk di Cianjur dan Komitmen Dinkes Data Dinkes Cianjur menunjukkan, dari Januari hingga Mei 2025, terdapat 21 kasus gizi buruk yang semuanya telah tertangani.

“Sebarannya ada di semua wilayah, baik utara maupun selatan, namun yang terbanyak di utara,” kata dr. Yusman.

Ia juga mencatat bahwa sebagian besar kasus gizi buruk tidak murni akibat asupan makanan yang kurang atau pengetahuan ibu yang rendah, melainkan karena adanya penyakit penyerta.

“Apabila memang dibutuhkan untuk ke RSHS, dari Dinas Kesehatan kami siap bantu. Untuk pembiayaan kesehatan ditanggung BPJS, sedangkan operasional sehari-hari seperti transportasi, makan, minum, dan pendamping, kami juga siap bantu,” janji dr. Yusman.

Meskipun penggantian selang dapat dilakukan di Puskesmas, evaluasi medis lebih lanjut harus dilakukan oleh dokter spesialis.

“Setiap kasus gizi buruk menjadi prioritas dan fokus perhatian kami,” tegas dr. Yusman.

Menanggapi kasus ini, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, menekankan pentingnya peran aktif aparat desa dalam mendeteksi kasus serupa lebih dini. “RT, RW, kepala desa, dan camat adalah garda terdepan.

Ketika melihat kasus seperti ini, jangan tunggu viral dulu, langsung tangani. Jangan sampai masyarakat merasa ditelantarkan baru kita sibuk,” tegas Ramzi

Ia berharap seluruh pemangku kebijakan di daerah dapat bersinergi untuk mencegah kasus serupa terulang kembali dan mendorong peningkatan sistem pelaporan serta respons cepat terhadap kasus kesehatan masyarakat di semua level pemerintahan.(Dkh/Rik)