Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha, tetapi juga para pekerja yang kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Dari informasi yang kami peroleh, banyak pabrik pengolahan kedelai yang berhenti beroperasi akibat tingginya harga bahan baku. Dampaknya tentu dirasakan oleh para pekerja yang kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilan,” ujar Kapolres, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Polres Cianjur kemudian menggalang donasi dari seluruh personel kepolisian. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli paket sembako yang selanjutnya disalurkan kepada para pekerja terdampak.
Bantuan dari Solidaritas Anggota Polri
Kapolres menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran institusi, melainkan hasil gotong royong dan sumbangan sukarela seluruh anggota Polres Cianjur.
Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang.
“Ini merupakan bentuk solidaritas seluruh anggota Polres Cianjur kepada masyarakat. Kami melakukan pengumpulan dana secara sukarela agar bisa sedikit membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Meski demikian, pihak kepolisian menyadari bahwa bantuan yang diberikan belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang sedang dihadapi industri tahu. Namun setidaknya bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para pekerja dan keluarganya.



