“Kami memahami bahwa bantuan ini bukan solusi atas persoalan yang ada. Namun kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak sambil menunggu kondisi ekonomi kembali membaik,” tambahnya.
Harga Kedelai Melonjak, Produksi Terhenti
Di sisi lain, salah seorang pengusaha tahu di Desa Langensari, Taufik Munandar, mengungkapkan bahwa usahanya telah berhenti beroperasi selama hampir dua bulan.
Keputusan tersebut terpaksa diambil karena harga kedelai terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp10.500 per kilogram. Kondisi itu membuat biaya produksi tidak lagi sebanding dengan hasil penjualan yang diperoleh.
Dalam kondisi normal, pabrik miliknya membutuhkan sekitar 1,5 kuintal kedelai setiap hari untuk memenuhi kebutuhan produksi. Namun dengan harga bahan baku yang terus merangkak naik, mempertahankan operasional justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kalau dipaksakan tetap produksi, kerugian yang kami tanggung akan semakin besar. Karena itu kami memilih menghentikan sementara kegiatan produksi,” ungkap Taufik.
Akibat penghentian operasional tersebut, sebanyak 14 pekerja terpaksa dirumahkan. Sebagian di antaranya hingga kini masih belum memiliki pekerjaan baru dan harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.
Bantuan Disalurkan untuk Seluruh Pekerja
Taufik mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Polres Cianjur kepada para pekerjanya. Ia memastikan seluruh paket sembako yang diterima akan dibagikan secara merata kepada karyawan yang terdampak.
“Bantuan ini akan kami bagikan kepada seluruh karyawan yang terdampak. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada para pekerja,” katanya.



