Pabrik yang memiliki nilai investasi US$ 7,4 juta ini berdiri di atas lahan seluas 1500 m2 yang pengerjaaannya telah dimulai sejak awal tahun 2019. Pabrik CO2 cair ini dibangun oleh kontraktor EPC PT Rekayasa Industri dan telah berhasil rampungkan proses pembangunan pada 15 Oktober 2020 lalu.
“Meskipun di tengah pandemi, semangat sinergi antara PT Pupuk Kujang dsn PT Rekayasa Industri yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam pembangunan pabrik CO2 cair dapat terselesaikan dengan baik” tutup Maryadi.
Dirut PT Rekind Alex Dharma Balen mengatakan dalam penyelesaian proyek ini, Rekind berpegang pada pengembangan kompetensi dan inovasi. Penyelesaian proyek ini juga sangat ditunjang oleh kuatnya semangat sinergi antara PT Pupuk Kujang selaku pemilik proyek dengan PT Rekind selaku kontraktor, beserta anak perusahaannya PT Rekayasa Engineering dan PT Tracon Industri.


